Konvensional, Kualitas Guru RSBI Diragukan

http://www.indopos.co.id/index.php/arsip-berita-indopos/66-indopos/23730-konvensional-kualitas-guru-rsbi-diragukan.html

JAKARTA-Kualitas guru yang mengajar di rin tisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dipertanyakan sejumlah pihak. Pasalnya, sebagai pengajar di sekolah yang kua litasnya di atas standar nasional nyatanya kemampuan yang dimiliki tidak jauh ber beda dengan guru biasa. Pengamat Pendidikan dari Ikatan Guru In donesia (IGI) Itdje Chodijah mengatakan, gu ru-guru di RSBI masih mengajar secara kon vensional.

Bahan ajar pun hanya dari bu ku. Tidak ada pengembangan yang mem buat mereka layak dianggap guru berkua litas. “Di luar negeri siswa harus berpikir. Guru hanya membimbing saja. Misalnya saat belajar soal gunung merapi. Di setiap meja ada peta dan gunung api mini.

Siswa diminta menebak di mana saja letak gunungnya. Kalau di Indonesia, guru hanya menyam paikan informasi selama 30 menit lalu siswa disuruh cari sendiri,” ungkap Itdje di Jakarta, kemarin Menurutnya, untuk merubah kebiasaan tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Apalagi, pelatihan selama 1-2 hari.

Harus ada kesinambungan materi pelatihan, karena pembelajaran interaktif memerlukan kemampuan berpikir kritis dan membuat kalimat pertanyaan atau pernyataan yang kritis pula. “Saya sering diundang untuk melatih pengajaran interaktif. Anehnya, mereka hanya minta pelatihan 1-2 hari. Bagaimana cara mengubah guru dalam dua hari? Ini kan proses perubahan paradigma,” kata Itdje heran.

Hal serupa dikatakan Ketua Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti. Menurutnya, metode pengajaran para guru RSBI saat ini sudah merusak tataran bahasa. Akibatnya, terjadi kekacauan dalam proses belajar mengajar dan kegagalan didaktika. “Misalnya penggunaan Bahasa Inggris. Melatih guru tidak mungkin disulap dalam lima hari agar bisa mengajarkan materinya dalam Bahasa Inggris.

Akibatnya banyak siswa yang gagal dalam ujian nasional (Unas) karena mereka tidak memahami materi bidang studinya,” katanya. Ia menegaskan, program yang digulirkan pemerintah tersebut telah menghancurkan best practice dan menurunkan mutu sekolah-sekolah terbaik. Bukti lainnya adalah riset yang dilakukan Hywel Coleman dari University of Leeds United Kingdong menunjukkan bahwa penggunaan Bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar telah merusak kompetensi berbahasa Indonesia siswa.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP dan PMP) Kemendikbud Syawal Gultom mengakui kalau kualitas guru yang mengajar di RSBI tidak lebih baik dari guru Sekolah Standar Nasional (SSN). Oleh karena itu pula model pembinaan guru RSBI tidak boleh sama karena tuntutan kompetensi yang juga berbeda dari yang umum.

“Perubahan pembinaan ini perlu karena definisi sekolah RSBI ini sudah internasional. Basis pendidikan saja sudah melewati delapan Standar Mutu Pendidikan (SMP). RSBI sudah melewati SMP sehingga harus lebih bagus. Namun masyarakat juga jangan terjebak karena SBI ini juga masih rintisan sehingga perlu perbaikan disana sini,” kata mantan Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) tersebut. (cdl)

About retnolistyarti

Perempuan energik dan cerdas, guru inovatif dan kreatif, penulis buku, penulis artikel, peneliti pendidikan, dan aktivis organisasi guru yg merdeka "FMGJ". Di FMGJ (Forum Musyawarah Guru Jakarta) Retno menjabat sebagai ketua umum dan sebagai Sekjen di Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), organisasi di level nasional. Ibu 3 anak dari Audi, Ulvi dan Ilo. Mengajar sejak 1994. 3 tahun mengajar di SMA Labschool, 3 tahun di SMPN 69 dan mulai tahun 2000 s.d. sekarang mengajar di SMAN 13 Jakarta (sekolah dimana dulu Retno menjadi muridnya). Retno sudah menghasilkan 9 buah buku,47 artikel, dan 89 makalah. Saat ini sedang menyelesaikan 2 buah buku tentang perjuangan guru melawan sistem yang menindas dan pengalaman praktik kelas yg kreatif dan inovatif. Retno juga berencana menulis buku tentang perjuangannya di bidang pendidikan mulai saat menjadi guru, kepala sekolah dan sekjen FSGI.
This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

2 Responses to Konvensional, Kualitas Guru RSBI Diragukan

  1. HG.Salahudin says:

    Masalah palng berat nasib pendidikan Indonesia adalah pada motivasi guru yang sangat rendah, Jangan lagi mau meningkatkan kualitas dan mengikuti pelatihan menggunakan beaya sendiri, sekalipun dibayar dan diberi uang transport juga tidak mau. Pendidikan guru tidak mengajarkan sistem informasi, komunikasi dan motivasi organisasi. Motivasi guru hanya honor dan gajih supaya bisa dinikmati. Apakah para pakar pendidikan sudah meriset fakta ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s