SKB 5 Menteri Dinilai Membingungkan Para Guru

http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/03/13/86103/skb_5menteri_dinilai_membingungkan_para_guru/#.T2AARYE7uXA

Selasa, 13 Mar 2012 19:50 WIB

SKB 5 Menteri Dinilai Membingungkan Para Guru

MedanBisnis-Jakarta. Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri tentang penataan dan pendistribusian guru dinilai membingungkan. Tak hanya itu, SKB tersebut juga dinilai mengabaikan peningkatan mutu pendidikan.

“Dalam implementasinya di lapangan menimbulkan kekacauan, ketidakharmonisan dan banyak guru kehilangan pekerjaannya serta diancam dicabut tunjangan sertifikasinya,” ujar Retno Listyarti dari Tim Kajian Forum Serikat Guru Indonesia (FSGI).

Hal itu disampaikan dia di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jl Kalibata Timur No 4/B No 6 Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2012).

Dia menjelaskan ada berbagai akibat dari penerapan SKB tersebut antara lain mengabaikan peningkatan mutu pendidikan nyata, terjadi pertikaian horizontal di lapangan akibat perebutan jam mengajar, serta mutasi besar-besaran guru PNS di Indonesia. Akibat negatif lainnya yakni bertentangan dengan tujuan pendidikan nasional yang meningkatkan mutu peserta didik dan mendiskreditkan guru karena jabatan.

“Seharusnya ada tindakan nyata yang seharusnya lebih awal dilakukan oleh Mendikbud dalam menata siswa sebelum menata guru Indonesia. Sehingga jumlah siswa hanya berkisar antara 20-32 orang per kelas,” papar Retno.

Karena menengarai beberapa dampak negatif dari SKB 5 menteri itu, FSGI menuntut agar SKB itu direvisi dan diikuti pemberian kebijakan yang rasional. FSGI pun meminta DPR segera mengamandemen UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen.

“Terutama pasal 35 ayat 2 yang mereduksi tugas-tugas guru sebagaimana disebutkan dalam pasal 35 ayat 1 menjadi hanya tatap muka yang diwajibkan minimal 24 jam dan maksimal 40 jam per minggu,” imbuh Retno.

SKB 5 menteri merupakan keputusan bersama yang dikeluarkan 5 menteri yakni Mendikbud, Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Mendagri, Menkeu, dan Menag. SKB tentang penataan dan pendistribusian atau pemerataan guru PNS itu diterbitkan 3 Oktober 2011 sebagai pengganti Permendiknas No 39/2009.(dtc)

About retnolistyarti

Perempuan energik dan cerdas, guru inovatif dan kreatif, penulis buku, penulis artikel, peneliti pendidikan, dan aktivis organisasi guru yg merdeka "FMGJ". Di FMGJ (Forum Musyawarah Guru Jakarta) Retno menjabat sebagai ketua umum dan sebagai Sekjen di Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), organisasi di level nasional. Ibu 3 anak dari Audi, Ulvi dan Ilo. Mengajar sejak 1994. 3 tahun mengajar di SMA Labschool, 3 tahun di SMPN 69 dan mulai tahun 2000 s.d. sekarang mengajar di SMAN 13 Jakarta (sekolah dimana dulu Retno menjadi muridnya). Retno sudah menghasilkan 9 buah buku,47 artikel, dan 89 makalah. Saat ini sedang menyelesaikan 2 buah buku tentang perjuangan guru melawan sistem yang menindas dan pengalaman praktik kelas yg kreatif dan inovatif. Retno juga berencana menulis buku tentang perjuangannya di bidang pendidikan mulai saat menjadi guru, kepala sekolah dan sekjen FSGI.
This entry was posted in Berita SKB 5 Menteri. Bookmark the permalink.

4 Responses to SKB 5 Menteri Dinilai Membingungkan Para Guru

  1. Kaprawi says:

    sekarang pemerintah not ban mendikbud sekendak perutnyo bae muat aturan mentang mentang guru sertifikasi gaji dobel semua PNScemburu padhal dio pacak jadi PNs menteri itu dari guru SD tapi kami guru SD sering dilupakan dulu kami tu ngajar 1 kelas dan serba bisa gajim kecil hasilnya melebihi gaji sertifikasi ,namun sekarang berebut nak jadi guru karena gajinyo dobel itulah masyarakat Indonesia, kalau tidak dipegang oleh yang abli tunggu dunia pendidikan hancur kasihan nasib anak bangsa

    • ini pun kondisi yang tak menguntungkan para guru… dulu susah bergaji kecil, sekarang bergaji lumayan sedikit saja langsung di bombardir berbagai kewajiban yang cendrung menindas dan tak rela guru sejahtera

  2. John Utuh Melonao says:

    Mari kita kaji dan telaah,setelah itu ayooo kita lawan SKB 5 Menteri tersebut kalau sekiranya hanya mendiskriditkan jabatan GURU yang memang selalu dia bikin KRODIT dengan Perhitungan angka KREDIT dan ahirnya guru semuanya silahkan lari TERBIRIT-BIRIT ,apa itu yang diinginkan para Punggawa penjaga Kebijakanpendidkan dinegeri ini.
    Cukup sudah,penistaan Pridikat GURU dengan segala masalahnya ,baik jam mengajar yang amburadul,atau bahkan natiGajihnya yang selalu disunat,dan bahkan Sertivikasinya DITILEP kalo hanya sebulan ,sih Nokoment dah,ini hampir Setiap Triwulan /Jadwal pembayaran/pencairan,ada-ada saja alasan yang disampaikan oleh bukan lagi oknum,tapi jelas-jelas oleh orang yang berwenang menanganinya(Pihak disdik Kot/Kab) dengan gaya kong-kalingkong dengan Pihak Bank Pembayar yang direstui oleh Pemkot/Pemkab yang bersangkutan,dan sebagai SOLUSInya mari kita tengsdshksn tangan wahai para Kaum oemar bakri kehadirat ALLAH SWT RABULLIJATI tuk segera MengganjarMereka Dengan Azabyang bersangatan dan berkelanjutan sampai yaumil ahir ,bahkan ini dikenakan kepada seluruh keluarganya(Mereka) sebagai effek jera kepada siapa saja yang sudah atau coba-coba menjalimi GURU,AMIN……………………………………………………………………………BER MILYARD KALILAH.

    • Dengan mengajar 24 jam (sekarang diubah lagi mellalui permnegpan baru dimana guru harus mengajar 27 jam) katanya boleeh ngajar jenjang yang brbeda dan mata pelajaran yang berbeda… ini menujukkan pemerintah kita tak peduli pada peningkatan kualitas pendidikan maupun kualitas guru. Guru dibuat sibuk, ngajar ke sana-kemari dan tidak lagi memiliki waktu untuk membaca apalagi menulis… guru dibuat untuk bodoh dan tidak punya wkt mengupdate diri… kebijakan yang tidak pro pada peningkatan mutu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s