Berita SNPTN: Pola Baru SNMPTN Di Kritik

Selasa,03 April 2012

http://cetak.kompas.com/read/2012/04/03/03382431/pola.baru.snmptn.dikritik

Pola Baru SNMPTN Dikritik

Hanya Memberi Akses bagi Siswa Berprestasi

Jakarta, Kompas – Pola baru seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri yang mulai tahun 2013 hanya lewat jalur undangan tidak disambut gembira oleh guru dan kepala sekolah. Pola baru itu dikritik karena tidak membuka peluang bagi siswa yang prestasinya di sekolah tidak terlalu menonjol.

Pola baru itu membuka kesempatan bagi siswa berprestasi di sekolah, tetapi kecil peluang bagi siswa yang prestasinya biasa-biasa saja. Padahal, seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) selama ini menjadi harapan banyak lulusan SMA sederajat mengakses PTN pilihan dengan biaya kuliah yang lebih terjangkau. Adapun jalur mandiri yang digelar PTN dinilai mahal sehingga terbatas bagi calon siswa dari keluarga berada.

Pada pola baru SNMPTN tahun 2013, seleksi mahasiswa baru minimal 60 persen lewat SNMPTN jalur undangan. Sisanya diserahkan kepada masing-masing PTN, apakah hendak melaksanakan jalur mandiri atau menambah kuota SNMPTN jalur undangan.

Pelaksanaan SNMPTN lewat jalur undangan lazimnya untuk siswa yang berprestasi di sekolah dan direkomendasikan sekolah. Adapun kuota peserta tiap sekolah tergantung pada akreditasi sekolah.

”Semestinya dalam kebijakan pemerintah itu menonjolkan kebersamaan. Semua anak bangsa didorong dan diberi kesempatan untuk menunjukkan prestasinya,” kata Muhammad Arasy, Kepala SMAN 3 Palu, Sulawesi Tengah, yang dihubungi dari Jakarta, Senin (2/4).

Menurut Arasy, lulusan sekolah yang berakreditasi A dan berstatus sekolah standar nasional ini umumnya bisa kuliah di PTN dengan mengikuti SNMPTN ujian tulis. ”Banyak siswa yang saat di sekolah prestasinya biasa saja, ternyata setelah kuliah malah termotivasi dan prestasinya menonjol,” kata Arasy.

Hal senanda disampaikan Firman Syah Noor, Wakil Kepala SMAN 3 Bandung. Menurut dia, tidak selalu anak cerdas konsisten prestasinya selama di SMA. Penilaian penerimaan calon mahasiswa semestinya bukan hanya melihat prestasi di SMA, tetapi juga hasil tes aktual, seperti tes tertulis dan tes psikologi atau tes potensi akademik.

”Terkadang ada faktor di luar diri anak yang membuat prestasinya ada yang tidak konsisten satu atau dua semester. Masa, anak cerdas seperti ini, kesempatannya hanya terbuka di jalur mandiri. Sampai saat ini, jalur mandiri itu kesannya jual-beli kursi. Adapun SNMPTN masih dinilai persaingan yang fair untuk semua siswa,” ujar Firman.

About retnolistyarti

Perempuan energik dan cerdas, guru inovatif dan kreatif, penulis buku, penulis artikel, peneliti pendidikan, dan aktivis organisasi guru yg merdeka "FMGJ". Di FMGJ (Forum Musyawarah Guru Jakarta) Retno menjabat sebagai ketua umum dan sebagai Sekjen di Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), organisasi di level nasional. Ibu 3 anak dari Audi, Ulvi dan Ilo. Mengajar sejak 1994. 3 tahun mengajar di SMA Labschool, 3 tahun di SMPN 69 dan mulai tahun 2000 s.d. sekarang mengajar di SMAN 13 Jakarta (sekolah dimana dulu Retno menjadi muridnya). Retno sudah menghasilkan 9 buah buku,47 artikel, dan 89 makalah. Saat ini sedang menyelesaikan 2 buah buku tentang perjuangan guru melawan sistem yang menindas dan pengalaman praktik kelas yg kreatif dan inovatif. Retno juga berencana menulis buku tentang perjuangannya di bidang pendidikan mulai saat menjadi guru, kepala sekolah dan sekjen FSGI.
This entry was posted in Berita SNMPTN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s