Soal Bang Maman, Pemerintah Dinilai Lempar Tanggungjawab

http://www.tempo.co/read/news/2012/04/13/079396886/Soal-Bang-Maman-Pemerintah-Dinilai-Lempar-Tanggung-Jawab

Jum’at, 13 April 2012 | 16:46 WIB

Soal Bang Maman, Pemerintah Dinilai Lempar Tanggung Jawab

Besar Kecil Normal

TEMPO.CO, Jakarta – Serikat Guru mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengkaji kurikulum tingkat sekolah dasar (SD). Desakan ini disuarakan terkait dengan munculnya cerita “Bang Maman dari Kali Pasir” di lembar kerja siswa kelas 2 SD yang dinilai tak pantas.

“Kasus ini harus dijadikan momen untuk pemerintah memperhatikan bahan ajar dan buku teks yang digunakan di Indonesia untuk seluruh level kelas,” kata Retno Listyarti, Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia, pada wartawan di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta, Jumat, 13 April 2012.

Retno dengan tegas menolak sikap pemerintah yang cenderung melempar tanggung jawab pada guru, sekolah, penulis, dan penerbit buku dalam kasus cerita “Bang Maman dari Kali Pasir”. Pasalnya, cerita ini ada dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Retno menyebut, dalam buku pelajaran muatan lokal yang diterbitkan Erlangga, misalnya, tidak disebut kata “istri simpanan”, tetapi toh kata “cerai” tetap tak bisa dihindari dalam cerita “Bang Maman. “Jadi guru, penulis, sampai penerbit itu hanya melakukan apa yang digariskan pemerintah,” kata guru di SMA Negeri 13 ini.

Di lain pihak, Heru Narsono, seorang wali murid yang putranya bersekolah di kelas 5 SD berstatus rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI), menyatakan cerita-cerita tak lazim telah ditemukannya sejak lima tahun lalu. Saat putranya kelas 1 misalnya, di lembar kerja siswa terbitan Widya Utama ditemukannya cerita tentang “Si Angkri” yang menurutnya banyak mengandung unsur kekerasan. “Bagaimana mungkin anak kelas 1 SD diperkenalkan dengan cerita pembunuhan,” ujarnya.

Kemudian di buku pelajaran kelas 3, ditemukannya lagi kekerasan dalam cerita soal Rosim yang badannya ditusuk-tusuk dengan tusuk konde oleh tuan rumahnya, Nyonya Van Der Book. Dalam adegan selanjutnya, si nyonya rumah bahkan digambarkan dengan jelas bagaimana tangan Rosim diikat dengan kain. Selanjutnya, kain itu dibasahi minyak dan dibakar. “Lebih memprihatinkan lagi, setelah membaca cerita, anak-anak didik diminta memperagakan adegan itu dalam drama,” katanya.

Heru menyatakan, ia sudah pernah mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan dalam teks buku pelajaran anaknya ini pada Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim dalam sebuah dialog di sebuah televisi swasta. Namun, saat itu masukannya hanya ditampung. “Sekarang dengan adanya kasus ini, saya harap pemerintah lebih sungguh-sungguh memperhatikannya.”

PINGIT ARIA

About retnolistyarti

Perempuan energik dan cerdas, guru inovatif dan kreatif, penulis buku, penulis artikel, peneliti pendidikan, dan aktivis organisasi guru yg merdeka "FMGJ". Di FMGJ (Forum Musyawarah Guru Jakarta) Retno menjabat sebagai ketua umum dan sebagai Sekjen di Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), organisasi di level nasional. Ibu 3 anak dari Audi, Ulvi dan Ilo. Mengajar sejak 1994. 3 tahun mengajar di SMA Labschool, 3 tahun di SMPN 69 dan mulai tahun 2000 s.d. sekarang mengajar di SMAN 13 Jakarta (sekolah dimana dulu Retno menjadi muridnya). Retno sudah menghasilkan 9 buah buku,47 artikel, dan 89 makalah. Saat ini sedang menyelesaikan 2 buah buku tentang perjuangan guru melawan sistem yang menindas dan pengalaman praktik kelas yg kreatif dan inovatif. Retno juga berencana menulis buku tentang perjuangannya di bidang pendidikan mulai saat menjadi guru, kepala sekolah dan sekjen FSGI.
This entry was posted in Berita Bang Maman PLBJ. Bookmark the permalink.

2 Responses to Soal Bang Maman, Pemerintah Dinilai Lempar Tanggungjawab

  1. Kaprawi says:

    masalah buku sekarang ini yyang penting ado fi ,fi daapat dari agen percetakan Kepala Dinas maupun Kepala Sekolah dak lagi merikso buku apolagi Menteri booro boro nak merikso taupun idak yang namonyo LKS ataupun buku panduan kalu la jadi mentri la lupo apolagi Komisi Pendidikan yang buto di dunia pendidikan jadi setelah ado masalaah saling salahke itulah negara la carut marut kacau balau

    • Pusat Buku Dan Kurikulum (PUSBUKKUR) Kemendikbud semestinya adalah pihak yang paling bertanggungjawab atas kualitas buku. tapi kalo sdang ada masalah begini, mrk seringkali melempar tanggungjawab. Memang harus ada pembenanhan dari hulu ke hilir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s