Retno Listyarti, Guru Berani dan Kritis

http://mjeducation.co/retno-listyarti-guru-berani-dan-kritis/

Retno Listyarti, Guru Berani dan Kritis

30 Agustus 2012, 23.16 Wib

Suaranya lantang dan berapi-api ketika ditanya perihal sistem pendidikan di Indonesia. Ia menilai  ada kesalahan dalam sistem pendidikan di Indonesia yang dibangun saat ini. Untuk itu, dia juga terus mengkritik berbagai kebijakan menyangkut  pendidikan yang dianggapnya tidak sesuai konstitusi. Dia adalah Retno Listyarti.

dok. rahmat

Berawal dari sebuah keprihatinan terhadap kondisi pendidikan nasional yang semakin hari dinilai tidak berpihak kepada semua lapisan masyarakat Indonesia, Retno Listyarti mencoba mengkritik sistem pendidikan nasional. Pengajar di SMAN 13 Jakarta ini sangat miris dengan dunia pendidikan saat ini. Baginya, sistem pendidikan saat ini  lebih buruk dari era orde baru. Setidaknya saat orde baru pendidikan dikelola secara murah,kelompok miskin pun dapat menikmati pendidikan tinggi. Tapi sekarang pendidikan dikelola secara liberal, sehingga pendidikan berkasta-kasta, ada sekolah internasional, RSBI, Reguler dan Gurem. Ada  diskriminasi terhadap pendidikan  dan hal tersebut tergantung pada kemampuan masyarakat untuk membayar. Pendidikan dipandang sebagai konsumsi dan komoditi, bukan lagi sebagai hak asasi manusia. Padahal pendidikan adalah hak bagi semua warga Indonesia. Bagi ibu tiga anak ini pendidikan sangat menentukan kemajuan keberadaban suatu bangsa dan merupakan  amanat konstitusi serta  menjadi  tujuan bagi  republik ini.

Di Indonesia, menurut Retno harus  belajar dari keberhasilan Finlandia dalam membangun sistem pendidikan nasionalnya.  Negara tersebut,  konsisten membenahi pendidikannya selama hampir 40 tahun dan sekarang menempati posisi teratas untuk tes PISA negara-negara OECD.  Finlandia membenahi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk menghasilkan guru-guru yang berkualitas. Hanya lulusan terbaik di SMA yang bisa masuk LPTK, kesejahteraan guru juga dijamin  dengan memberi gaji sangat tinggi, membangun pendidikan yang menyenangkan buat guru dan peserta didik, membangun budaya baca,  membangun perpustakaan yang sangat luar biasa, memfasilitasi sarana dan prasarana, dll. Di Filandia pendidikan gratis dan bermutu. Ini sangat jauh panggang dari api jika dibandingkan dengan negara Indonesia.

Banyak hal yang dikritik perempuan berusia 42 tahun tersebut, terutama menyangkut sistem pendidikan nasional. Saat ini, kebijakan pemerintah yang tengah ramai diperbincangkan adalah pelaksanaan Ujian Kompetensi Guru (UKG). Baginya UKG adalah illegal, karena tidak ada dasar hukumnya. UKG online dengan pilihan ganda dinilai  bukanlah alat ukur yang tepat untuk mengukur kompetensi guru dan kualitas guru, apalagi kinerja guru. Selain itu, UKG hanya menguji 2 dari 4 kompetensi guru, padahal keempatnya tidak bisa diuji dengan cara dicicil tetapi komprehensif menurut perintah undang-undang. Mengenai UKG ini, Retno bersama guru dari FSGI menggugat pelaksanaan UKG ke Makamah Agung.

Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), kekritisan Retno terhadap dunia pendidikan, bukan berarti tanpa ancaman. Ancaman tersebut bisa datang dari mana saja, termasuk dari dinas pendidikan setempat. ”Dulu sewaktu melawan SK Gubenur DKI Jakarta tentang Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) saya pernah dipanggil Sudin pendidikan Jakarta Utara, tapi saya berargumentasi dan membangun dialog dengan mereka”, kenangnya soal dampak dari aktivitas yang dilakoninya. “Sejak itu, tak pernah dipanggil lagi sampai sekarang”, tambahnya.
Bagi Retno, sebagai warga negara yang baik, seseorang tidak bisa berdiam diri ketika ada ketidakberesan dalam dunia pendidikan, untuk itu, guru juga berhak menilai kebijakan pendidikan nasional ,selain itu, guru sebagai warga negara  berhak mendapatkan perlindungan perundangan. Hak mengeluarkan pendapat, unjuk rasa bahkan mogok dilindungi oleh UU 39/1999 tentang  HAM, sebagai WNI, guru PNS juga dilindungi oleh perundangan ini.

Retno dan PGRI

dok. rahmat

Aktif menjadi pengajar di sekolah, menjadi salah satu cita-cita yang diinginkan Retno Listyarti. Setidaknya, menjadi seorang guru mampu memberikan pendidikan secara kritis terhadap anak didiknya. Untuk itu, dalam mengajar istri dari Mochamad Basuki Winoto ini, selalu mengajarkan siswa-siswinya terhadap hal-hal yang kontekstual, tidak melulu berdasarkan pada buku pelajaran. Selain menjadi pengajar, Retno aktif di sebuah organisasi guru bernama Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang berdiri sejak Januari 2011. Di FSGI, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Guru yang sekaligus penulis buku ini juga menjadi Ketua Umum Forum Musyawarah Guru Jakarta.

Sebelum aktif di FSGI, selama  8 tahun ia aktif di Organisasi PGRI, salah satu wadah untuk guru. Namun selama  menjadi jadi anggota PGRI ia merasa  tidak pernah terlibat atau dilibatkan apapun dalam kegiatan, kecuali dimintai iuran bulanannya .Bahkan ketika pada tahun 2005 digugat Akbar Tanjung secara perdata karena tulisan di buku teks PKn SMA kelas XI KBK 2004, PGRI sama sekali tidak memberikan bantuan hukum terhadapnya. Untuk itu  pada Agustus 2005  Retno  memutuskan untuk keluar dari PGRI dan mendirikan FSGI. ” Karena saya dan kawan-kawan  yang tergabung di FSGI memiliki ideologi dan tujuan yang sama dalam membangun guru kritis. PGRI tak seideologi dan tak sevisi dengan kami”, ujarnya.

Dengan didirikannya FSGI sebagai wadah organisasi guru, Retno berharap perjuangannya dalam membangun pendidikan yang sesuai dengan konstitusi bisa tercapai. Sehinggga keresahannya atas pendidikan selama ini bisa terobati. Namun ia juga sadar perjuangan ini tidak bisa dilakukan seorang diri, butuh perjuangan dan pengorbanan dari pihak lain.   Organisasi guru selama ini cenderung menjadi legitimasi atas berbagai kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Untuk itu, FSGI, organisasi yang didirikannya selama ini mempunyai posisi tawar yang kuat atas berbagai kebijakan pendidikan di Indonesia.

 

About retnolistyarti

Perempuan energik dan cerdas, guru inovatif dan kreatif, penulis buku, penulis artikel, peneliti pendidikan, dan aktivis organisasi guru yg merdeka "FMGJ". Di FMGJ (Forum Musyawarah Guru Jakarta) Retno menjabat sebagai ketua umum dan sebagai Sekjen di Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), organisasi di level nasional. Ibu 3 anak dari Audi, Ulvi dan Ilo. Mengajar sejak 1994. 3 tahun mengajar di SMA Labschool, 3 tahun di SMPN 69 dan mulai tahun 2000 s.d. sekarang mengajar di SMAN 13 Jakarta (sekolah dimana dulu Retno menjadi muridnya). Retno sudah menghasilkan 9 buah buku,47 artikel, dan 89 makalah. Saat ini sedang menyelesaikan 2 buah buku tentang perjuangan guru melawan sistem yang menindas dan pengalaman praktik kelas yg kreatif dan inovatif. Retno juga berencana menulis buku tentang perjuangannya di bidang pendidikan mulai saat menjadi guru, kepala sekolah dan sekjen FSGI.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

6 Responses to Retno Listyarti, Guru Berani dan Kritis

  1. choco says:

    Yth. Bu Retno…
    bu, saya guru GTT TIK SMA di Klaten. mendengar kurikulum 2013 akan diberlakukan kami GTT TIK sangat sedih dikarenakan TIK SMA dan SMP akan dihapus. bagaimana nasib kami mbak??? mendikbud it gimana seh bisa tahu keadaan kami gak di lapangan??? kami yang masih gaji kecil sangat risau ttg kurikulum tersebut. dahulu gembar-gembor di sekolahan harus ad TIK dan munculah perguruan tinggi yang membuka pend TIK. sekarang malah dihapus.kami mau makan apa kalo TIK d SMA pun ikut dihapus????sistem pendidikan skg kok tiap ganti menteri ganti kebijakan. yang dilapangan seperti kita ini yang jadi kelinci percobaan. gak punya hati para pejabat itu. mbak retno tolong solusinya buat kami para GTT TIK.

  2. parsiyan says:

    Saya sungguh memberikan apresiasi yang tinggi atas kegigihan dan perjuangan sodaraku bu retno satu hal yang harus kita perjuangkan tetang diskriminasi guru terkait dengan kesehjahteraan karena banyak peran guru yang tidak sepadan dengan gaji/honor yang diperoleh banyangkan sebagai guru honornya masih dibawah 300 rb perbulan bukankan itu pemerintah juga harus bertanggung jawab

  3. Semoga akan terus ada Guru – guru berkualitas dan selalu bertanggung jawab terhadap tugasnya sebagai Guru untuk mengarahkan ke perihal yang benar.
    Selamat Bu Retno🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s