Kisah Awal Sebagai Kepala SMAN 3 Jakarta (Part 3)

Berpamitan : Selamat Tinggal Keluarga Besar SMAN 76 Jakarta
Oleh : Retno Listyarti

Pagi ini matahari malu-malu menampakkan diri, meski tak mendung namun langit sejak pagi nampak sendu. Walau hujan tidak nampak akan turun, namun langit pagi tidak begitu cerah. Hari ini, senin, 5 Januari 2015 sperti biasa aku berangkat pukul 6 wib ke SMAN 76 Jakarta. Jalanan menuju Cakung pagi ini agak tersendat, mungkin karena hari ini adalah hari pertama sekolah setelah libur semester ganjil berakhir. Hanya dalam waktu kurang dari 30 menit, aku tiba di halaman SMAN 76 Jakarta. Rutinitas ini sudah ku jalani selama 9 bulan sejak aku diangkat pemrov DKI Jakarta menjadi Kepala SMAN 76 Jakarta.
Pagi ini terasa berbeda ketika aku memasuki halaman SMAN 76 Jakarta, setelah 9 bulan bertugas di sini. Banyak kenangan manis di sekolah ini yang ku alami, terutama saat bersentuhan dengan murid-muridku. Tapi hari ini, aku melangkah agak berat menuju ruang kerjaku, karena hari ini adalah hari terakhir aku berkantor di SMAN 76 Jakarta, mulai besok, aku akan bertugas di tempat baru, SMAN 3 Jakarta.

Meski aku sudah dilantik menjadi Kepala SMAN 3 Jakarta pada 29 desember 2014, namun karena waktu itu bertepatan dengan liburan akhir semester, maka aku memutuskan menyelesaikan dahulu tugas-tugasku yang tersisa untuk SMAN 76 Jakarta. Selama sisa liburan, aku sudah mencoba menyelesaikan kewenanganku, bahkan kami sempat rapat wakil kepala sekolah dan staf sebanyak dua kali.

Hari ini, semester genap di mulai, tepatnya 5 Januari 2015, pagi itu aku sempat menjadi Pembina upacara terakhir kali di SMAN 76 Jakarta, moment ini sekaligus ku gunakan untuk menyampaikan permohonan maaf dan berpamitan dengan seluruh siswa, guru dan karyawan. Saat menyampaikan kata sambutan untuk berpamitan, aku tak kuasa menahan tangis haru, terutama ketika ku sampaikan permohonan maaf dan rasa terimakasih kepada para siswa yang selama ini sudah bekerjasama dan mendukungku. Banyak hal indah yang ku lalui bersama para siswaku, aku tak mengira bahwa waktuku begitu singkat di SMAN 76 Jakarta.

Tangis haru juga menerpa para siswa, terutama kelas XII yang selama beberapa bulan aku ajar untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Duka diantara anak kelas XII sulit dibendung karena dengan mereka ada “kasus jual buku pendidikan olahraga” yang ku telah ku selesaikan karena laporan para siswa. Saat bersalaman denganku banyak siswa yang terharu, memelukku erat dan tak lupa meminta foto bersama dan selfi. Semua permintaan ku layani dengan senang hati.

Selanjutnya, dua jam kemudian setelah upacara bendera, aku masih sempat memimpin briefing dengan seluruh guru dan karyawan SMAN 76 Jakarta. Moment ini juga sekaligus aku manfaatkan untuk mengucapkan perpisahan dari Pengawas sekolah yang lama (ibu Netty) dan sekaligus memperkenalkan pengawas baru (bapak Lutfi). Suasana briefing begitu cair, tetapi agak tegang ketika ku sampaikan secara terbuka alasan sikapku melayani semua warga sekolah yang berbeda agama, karena sebagai pejabat public di sekolah negeri, aku harus melepas agamaku ketika melayani semua warga sekolah yang berbeda keyakinan denganku. Aku tahu, banyak guru yang menyimpan kekesalan padaku soal isu ini, tetapi aku yakin banyak guru juga yang mengapresiasi sikapku yang anti diskriminasi. Saat bersalam-salaman aku kembali tak mampu menahan air mataku. Terbayang dibenakku hari-hari yang ku lewati di sekolah ini, kenangan manis mupun kenangan pahit berseliweran dalam pikiranku. Memang, begitu singkat penugasanku di SMAN 76 Jakarta, hanya 9 bulan, rasanya baru kemarin saja aku tiba di sekolah ini dan hari ini adalah hari terakhir aku bertugas di sini……selamat tinggal keluarga besar SMAN 76 Jakarta……..

Jakarta, 7 Januari 2015

About retnolistyarti

Perempuan energik dan cerdas, guru inovatif dan kreatif, penulis buku, penulis artikel, peneliti pendidikan, dan aktivis organisasi guru yg merdeka "FMGJ". Di FMGJ (Forum Musyawarah Guru Jakarta) Retno menjabat sebagai ketua umum dan sebagai Sekjen di Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), organisasi di level nasional. Ibu 3 anak dari Audi, Ulvi dan Ilo. Mengajar sejak 1994. 3 tahun mengajar di SMA Labschool, 3 tahun di SMPN 69 dan mulai tahun 2000 s.d. sekarang mengajar di SMAN 13 Jakarta (sekolah dimana dulu Retno menjadi muridnya). Retno sudah menghasilkan 9 buah buku,47 artikel, dan 89 makalah. Saat ini sedang menyelesaikan 2 buah buku tentang perjuangan guru melawan sistem yang menindas dan pengalaman praktik kelas yg kreatif dan inovatif. Retno juga berencana menulis buku tentang perjuangannya di bidang pendidikan mulai saat menjadi guru, kepala sekolah dan sekjen FSGI.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s