Terimakasih Pak Yudi

Yudi Hermunanto adalah kawan yang baru ku kenal.  Kami berkenalan pada 7 Januari 2014 di SMAN 3 Jakarta. Perkenalan terjadi antara aku dengan Pak Yudi ketika posisiku adalah Kepala SMAN 3 Jakarta dan pak Yudi wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Awal berkenalan, aku memiliki feeling positif padanya, “Ini orang baik dan bisa ku percaya”.  Kami bekerjasama sangat singkat, hanya sekitar 4 bulan 2 minggu, namun itu sudah cukup membuktikan padaku bahwa pennilaianku tentang pak Yudi tepat, beliau adalah orang yang berintegritas dan memiliki prinsip yang kuat.

Pada 7 Mei 2015, aku diberhentikan menjadi Kepala SMAN 3 Jakarta, aku sempat meminta salinan beberapa dokumen SMAN 3 Jakarta terkait pelaksanaan UN 2015, mungkin aku akan membutuhkannya.  Nilai hasil UN SMAN 3 Jakarta kebetulan juga sudah diterima sekolah sehingga aku juga sempat membawa salinannya. Sedangkan peringkat hasil UN SMAN 3 Jakarta yang melonjak dari ranking 126 ke 57, daftar kelulusan siswa dan daftar hasil penerimaan jalur undangan SMAN 3 Jakarta yang meningkat drastis baru ku terima via email setelah pak Yudi membuat laporan kinerja kurikulum pada 13 Mei 2015. Semua data tersebut sangat membantuku saat memberikan pembuktian dalam sidang di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) Jakarta.

Pak Yudi juga merupakan  salah satu guru yang mendampingiku saat serah terima jabatan di salah satu SMP di Jakarta Selatan. Sertijab dilakukan pada senin 11 Mei 2015, hanya beberapa jam setelah aku menerima surat pemberhentian sebagai kepala SMAN 3 Jakarta dari Bapak Bowo, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Pak Yudi juga yang memberikan kata sambutan saat “lepas sambut” Kepala SMAN 3 Jakarta pada selasa 12 Mei 2016.  Sambutan pak Yudi kala itu sungguh mengharukan bagiku.

Setelah acara “lepas sambut” tersebut, aku  sempat beberapa kali bertemu dengan pak Yudi, tapi tidak begitu lama.  Sampai pada suatu hari aku harus menghubunginya untuk memintanya sebagai saksi fakta dalam sidang gugatan PTUN. Sebelumnya, pak Yudi sempat menandatangani pernyataan yang intinya, aku sebagai kepala sekolah sudah menugaskannya meng-handle semua tugasku selama aku meninggalkan sekolah 57 menit saat pelaksanaan UN hari kedua, bahkan pak Yudi juga menyatakan kesaksiannya bahwa aku sudah kembali beberapa menit sebelum UN dimulai dan terus berada di SMAN 3 Jakarta hari itu sampai pukul 16.45 wib.

Saat ku hubungi untuk menjadi saksi fakta dari pihakku (penggugat), pak Yudi langsung menyatakan kesediaannya. Kemudian surat panggilan dari PTUN pun di layangkan ke SMAN 3 Jakarta. Namun, sayangnya pak Yudi tidak mendapatkan ijin untuk bersaksi dalam sidang PTUN tersebut, meski beliau sudah berupaya mengurus ijin tersebut sampai ke Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Pagi hari, pada hari seharusnya pak Yudi bersaksi, beliau datang ke Dinas Pendidikan dan bertemu dengan Bapak Bowo, Sekretaris Dinas Pendidikan, dan mendapat jawaban yang intinya tidak mendapat ijin dengan alasan jam kerja kedinasan dan ada jam mengajar.

Pak Yudi Gagal menjadi saksi fakta dari pihakku. Tim lawyer menyampaikan hal tersebut kepada majelis Hakim dan akhirnya aku tidak pernah bisa menghadirkan saksi. Pihak lawanku bisa menghadirkan saksi fakta dan bahkan saksi ahli. Pak Yudi akhirnya memberikan kesaksian tertulis, ditandatanganinya di atas materia 6000 dan pak Yudi juga meminjamkan aku kartu identitas asli untuk proses pembuktian di sidang PTUN. Pak Yudi beberapa kali memohon maaf atas ketidakberdayaannya utuk hadir di PTUN meski dia sangat ingin memberikan kesaksian, namun karena tidak diijinkan atasannya di Dinas Pendidikan DKI Jakarta maka pak Yudi berhalangan hadir.

Meski begitu sulit menghadirkan saksi, namun, yang tiada henti ku syukuri adalah kenyataan bahwa majelis hakim ternyata justru mempergunakan kesaksian tertulis pak Yudi sebagai dasar keputusan. Majelis hakim menggunakan jam kedatanganku di sekolah sesuai kesaksian pak Yudi. Hakim juga menilai tidak terjadi kekacauan apapun di SMAN 3 Jakarta saat aku tinggalkan selama 1 jam, bahkan hasil UN SMAN 3 Jakarta tahun 2015 justru meningkat drastis, peringkat pun naik tajam menembus peringkat 57 yang semula 126 pada tahun 2014. Semua data ini ku dapatkan dari pak Yudi.

Atas kesaksian tertulis pak Yudi dan fakta hukum yang terbukti di sidang pengadilan, maka hakim menilai kesalahanku hanya merupakan pelanggaran ringan yag sanksinya seharusnya hanya terguran, bukan pencopotan jabatan. Itulah mengapa majelis hakim mengabulkan semua gugatanku. Pengadilan memerintahkan Pemprov DKI Jakarta untuk mencabut SK pemberhentianku sebagai Kepala SMAN 3 Jakarta karena dinyatakan batal demi hukum. Pengadilan juga memerintahkan Pemprov DKI Jakarta untuk memulihkan harkat, martabat dan kedudukanku sebagai Kepala Sekolah serta menghum pemprov membayar biaya perkara sebesar Rp 276.000.

Puji syukur ya Allah atas semua pertolonganmu, terimakasih sudah mengenalkan aku dengan pak Yudi, terimakasih sudah menguatkan aku untuk terus berjuang, dan terimakasih atas anugrah kemenangan ini…..

Untuk pak Yudi, terimakasih untuk kesediaannya membantuku, terimakasih sudah mempercayaiku dan terimakasih sudah begitu berani memberikan kesaksian untukku meski ku tahu pasti tidak mudah bagi pak Yudi memiliki keberanian ini….

 

Jakarta, Jumat, 29 Januari 2016

 

About retnolistyarti

Perempuan energik dan cerdas, guru inovatif dan kreatif, penulis buku, penulis artikel, peneliti pendidikan, dan aktivis organisasi guru yg merdeka "FMGJ". Di FMGJ (Forum Musyawarah Guru Jakarta) Retno menjabat sebagai ketua umum dan sebagai Sekjen di Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), organisasi di level nasional. Ibu 3 anak dari Audi, Ulvi dan Ilo. Mengajar sejak 1994. 3 tahun mengajar di SMA Labschool, 3 tahun di SMPN 69 dan mulai tahun 2000 s.d. sekarang mengajar di SMAN 13 Jakarta (sekolah dimana dulu Retno menjadi muridnya). Retno sudah menghasilkan 9 buah buku,47 artikel, dan 89 makalah. Saat ini sedang menyelesaikan 2 buah buku tentang perjuangan guru melawan sistem yang menindas dan pengalaman praktik kelas yg kreatif dan inovatif. Retno juga berencana menulis buku tentang perjuangannya di bidang pendidikan mulai saat menjadi guru, kepala sekolah dan sekjen FSGI.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s